Huawei Mendekati Kemandirian dengan HarmonyOS Next

kppnbojonegoro.net – Huawei telah mengumumkan rencananya untuk sepenuhnya beralih dari Android dengan peluncuran Beta HarmonyOS Next pada bulan Juni mendatang. HarmonyOS Next, seperti dilaporkan oleh Gizmochina, akan meninggalkan basis kode Android Open Source Project (AOSP), menjadikan Huawei bergantung sepenuhnya pada sistem operasi yang mereka kembangkan sendiri.

Dalam upaya memperluas ekosistemnya, Huawei telah berhasil meyakinkan ribuan perusahaan dan institusi untuk mengembangkan lebih dari 4.000 aplikasi asli untuk HarmonyOS Next, seperti yang dilaporkan pada Senin (20/5/2024). Aplikasi ini mencakup berbagai kategori mulai dari navigasi, berita, keuangan hingga game, menurut laporan dari Gizchina.

Huawei memiliki target ambisius untuk menarik lebih banyak aplikasi ke dalam ekosistemnya, dengan rencana mencapai 5.000 aplikasi asli untuk HarmonyOS Next pada tahun 2024 dan 500 ribu aplikasi dalam jangka panjang. Peluncuran Beta ini akan bersamaan dengan konferensi pengembang Huawei, sementara peluncuran lebih luas untuk HarmonyOS Next dijadwalkan pada bulan September mendatang.

Informasi bocoran dari tipster Digital Chat Station mengungkapkan bahwa HarmonyOS Next akan tersedia untuk berbagai perangkat, termasuk flagship candy bar, ponsel lipat, ponsel kelas menengah, tablet, dan jam tangan pintar. Candy bar yang disebut kemungkinan merujuk pada seri Mate 70 yang diperkirakan akan diluncurkan pada awal September mendatang, seperti yang dilaporkan oleh Gizmochina.

Keamanan Ponsel Android Ditingkatkan dengan Fitur Baru Google

kppnbojonegoro.net – Google telah memperkenalkan fitur baru yang memungkinkan pengguna untuk melacak dan mengamankan ponsel mereka saat terkena jambret atau pencopetan, serta memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam implementasinya.

Fitur Theft Detection Look akan mengunci layar secara otomatis ketika ponsel dideteksi berpindah tangan atau dicopet. Teknologi ini menggunakan sensor dan kecerdasan buatan dari Google untuk mendeteksi situasi mencurigakan yang menandakan upaya pencurian.

Saat pencopet merampas ponsel dari tangan pengguna atau mencoba mengambilnya dari meja, Theft Detection Look akan aktif. Fitur ini juga akan bertindak saat ada usaha untuk memutuskan koneksi internet dari ponsel, yang sering dilakukan untuk mencegah akses jarak jauh.

Dengan tujuan melindungi data pengguna, layar terkunci otomatis akan diaktifkan, dan fitur anti-jambret ini akan tersedia bagi pengguna Android pada Android 15 yang akan diluncurkan dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, Theft Detection Look juga akan dapat diakses pada versi Android yang lebih lama.

Di samping itu, Android 15 juga memperkenalkan fitur keamanan lainnya, seperti Private Spaces, yang memungkinkan pengguna menempatkan aplikasi dan informasi tertentu dalam area terpisah yang dilindungi dengan PIN. Dengan fitur ini, pengguna tetap bisa mengakses aplikasi setelah ponsel direset dengan memasukkan password yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain fitur-fitur tersebut, Android 15 akan menawarkan sejumlah peningkatan keamanan lainnya, termasuk pengaturan Find my Device yang meminta PIN, password, atau autentikasi biometrik untuk diaktifkan, lock screen otomatis saat terjadi upaya jambretan atau pencopetan yang dideteksi oleh AI, Offline Device Lock yang mengunci layar ketika pencuri mencoba memutus koneksi internet, serta Remote Lock yang memungkinkan penguncian jarak jauh tanpa memerlukan password akun Google, hanya dengan memasukkan nomor HP dan informasi tambahan verifikasi.